Seperti gema dari masa lalu, yang sayup kudengar sambil lalu.
Lirih, di tengah riuh suara-suara.
Seperti gelombang luar terakhir yang samar kutangkap,
dari setetes air yang jatuh di permukaan danau tenang.
Mengalun, menghilang.
Seperti dingin yang tiba-tiba menusuk:
memaksaku merapatkan jaket, membenamkan tangan di saku terdalam.
Pada suatu halte sunyi di hari hujan.
Kelu.
Seperti seraut wajah yang bersimpangan jalan:
membuatku tertegun, berhenti sejenak, menoleh tak yakin.
Siapa? Terasa akrab.
Cinta?
Seperti itu...
![]() |
| picture from here |
Saya tak pandai membuat puisi. Saya merasa begitu. Tapi selepas Subuh tadi, tiba-tiba saja ingin menulis kata-kata di atas. Mungkin karena pengaruh udara dingin dan hujan deras di luar kamar. Mungkin benar kata orang, dalam hujan ada simphony yang hanya dapat didengar oleh mereka yang merindu. Saya galau? Ndak juga. Ngantuk lebih tepatnya. Semalam, sudah siap tidur dari jam setengah sembilan. Tapi akhirnya malah terjaga sampai dini hari, lepas pukul 1. Seperti disihir Juliet, buku Anne Fortier, yang baru saya beli hari Minggu lalu. Saya tenggelam dalam versi lain kisah Romeo dan Juliet, di Sienna, tahun 1340. Saya menikmati perjalanan Giuliette, tokoh dalam buku itu, menemukan hubungan dirinya dengan Juliet karya Shakespeare. Mungkin karena itu juga saya jadi sok romantis pagi ini. Tak apalah, ya. Sekali-sekali. *hehehe*.
Akhir-akhir ini saya jarang posting, ya. Bukan karena tak ada ide atau tak sempat. Saya masih blogwalking sana-sini, walau bertingkah seperti hantu: datang diam-diam, pergi diam-diam. Maafkan. Banyak hal terjadi, berubah, di hidup saya dan sekitar saya. Saya hanya sedang kelelahan, merasa kehabisan tenaga. Tapi selebihnya, Insya Allah, baik-baik saja * senyum sok penting, sok manis*.
Btw, karena membaca buku Anne, saya jadi pengen membaca buku Romeo n Juliet-nya Shakespeare. Yang bagian dialog-dialog Romeo dan Juliet. Saya pengen larut dan mabok karenanya. Siapa tahu saya jadi bisa bikin puisi lagi *hehehe*. Semangat ah!



