Pages

September 05, 2011

Dua Helai Kouyou


Dua helai kouyou itu sudah lama terlupakan. Tersimpan rapi di halaman album perangko tua: kering dan menghitam. Sedari awal tak pernah kulihat merahnya. Kau, yang tak pernah kusangka ikut andil memetiknya...apa kabarmu di sana? Sebaris doa yang pernah kujanjikan, sudah lama tak kulangitkan. Maafkan, bahkan aku tak mutlak menguasai hatiku seutuhnya. Karena bagaimanapun hidup harus terus berjalan, kan?

Awalnya, kau tak pernah tahu aku menyukai dedaunan itu. Masa kita terlalu singkat. Aku tak pernah sempat bercerita mimpiku berjalan di bawah tunnel pepohonan itu: di suatu musim gugur, dihujani dedaunan kering yang luruh diayun angin, di negeri tempat sakura mekar sempurna. Pohon yang tak kita jumpai di sini, yang selalu berganti warna daun mengikuti musim yang berubah: hijau menjelma merah, merah muda, kuning, oranye atau emas. Mereka bilang itu pohon musim gugur.

Apa warna kouyou ini ketika kau petik? Merah, kuning atau emas? Aku takkan pernah tahu.

Waktu itu musim dingin yang hebat. Mana kutahu pohon itu kehilangan daunnya di musim ini. Apa yang ada dikepalamu ketika kau nekad memanjatnya demi dua helai daun di ranting nan tinggi? Sadarkah kau berapa besar taruhannya? Tak sebanding dengan harga yang harus kau bayar. Telah kusampaikan pada sahabatku itu. Seharusnya titipanku ini adalah rahasia. Ia putus asa karena salju dan tinggi pohon menyurutkan langkahnya. Dia dan dunia tak pernah tahu kisah kita.

Kuterima dua helai kouyou itu sambil terngangga. Tak pernah kusangka kisah yang menyertainya. Apakah itu pesan rahasia? Aku tak mau menelisiknya. Kita telah memilih jalan yang berbeda. Kuanggap saja itu pertanda, kau telah menerima kenaifanku untuk kebaikanmu dan berdamai dengan dirimu sendiri. Cukup begitu.

Dua helai kouyou itu seharusnya merah, seperti arti namanya. Tapi buatku, biarlah seperti yang kuterima. Kusimpan saja di antara perangko-perangko tua. Ia hanya akan menjadi sejarah, meski dihatiku pernah memerah sempurna.

 ...
setiap kali terpuruk dan berdarah, kuingat saja kisah kita. 
kujadikan mantera: aku pernah melewati yang terparah.

21 komentar:

l i t a mengatakan...

Capa cih Madam, yang terkenang oleh Kouyou? Ihik ihik!

rona-nauli mengatakan...

yg bikin aku terkenang kouyou ini? sirius :))

Enno mengatakan...

sumpah....

itu kisah paling romantis yg pernah aku dgr seumur2 pas kamu cerita waktu itu...
sptnya kamu msh sgt berarti di hatinya...

dan tulisan ini bagus bgt. romantis bgt. spt yg kubilang kan? two tumbs, madam!

lalu aku jd ngiri, kpn ya pacarku seromantis ini?

wkwkwkwk...

May mengatakan...

ehm..aku tau kisah pemetik momiji dan sahabatnya itu.. yang aku belum tau, pemicu kenangan akan dua helai momiji ini.. :)
baik2kah kau disana cintah?

May mengatakan...

ehm..aku tau kisah pemetik momiji dan sahabatnya itu.. yang aku belum tau, pemicu kenangan akan dua helai momiji ini.. :)
baik2kah kau disana cintah?

rona-nauli mengatakan...

@Enno: aku lho ga ngerasa ini romantis. agak ngeri malah hehehe. but thank u eniwei :). kapan dia romantis? errr...jika saatnya tiba :p

@May: waktu itu aku sukses ngowoh ya neng :)). aku di sini baik2 saja kok meski hujan badai menerpa :D

dian mengatakan...

ron...
kalo kamu kukasih daun janur, kira2 bisa menghasilkan tulisan beginian ga? :D
kan aku juga sahabatmu ron.... ;;)
*ato jangan2 jadi ketupat :p*

rona-nauli mengatakan...

daun janur? wkwkwkwk...mengko judule opo Yan? Kupinang Kau dengan Daun Janur? wkwkwkwk...

#rusaklah suasana romantis itu :))

Gloria Putri mengatakan...

momiji ni sapa lg kak?
wkwkwkwk
bagian dr masa lalu ya?
huhuhuhhuhu
manis bgt :)

rona-nauli mengatakan...

hooh, masa lalu lalu banget :D. berasa punya banyak sajah...padahal hitungan jari di satu tangan aja ndak sampe setengah :))

manis? iya, tapi ngeri juga :D

Annesya mengatakan...

mbak ini sangat romantis... bagus banget penulisannya. tapi mbak... kayaknya akhir ceritanya kok ga "sebagus" awalnya???
*peyuuuk*

rona-nauli mengatakan...

terima kasih, Nes. emang asline tulisan galau hehehe...

eh, ajarin nulis sing bener dunk hehehe

*peluk balik*

ila mengatakan...

aku malah lucu baca commentnya, hehehe 'ku pinang kau dengan daun janur'..


but, manis banget mba ini ceritanya :)

rona-nauli mengatakan...

aku juga ketawa kok pas komen itu :p. korban kokehan nonton iklan sinetron itu lho, Ila hehehe.

satu2nya cerita manis yg pernah kupunya :D. thank u eniwei :)

Wuri SweetY mengatakan...

Dari judulnya kirain mbok Rona lg sakit pinggang trs ditempel 2 helai kouyou (cm tulisan koyo-nya dimodif jd kouyou) hihihi Gomen ne...:)

Momiji memamng menyimpan sejuta rasa dan pesona dibalik setiap warna yang muncul.

So sweet dech baca postinganmu pagi2...:D

kriww mengatakan...

oooh... yg namanya kouyou kayak gini... (norak) so sweet, jd inget jaman2 dulu suka naruh2 daun di kamus, hehehe. maaf lahir batin btw :)

lely_gesta mengatakan...

apaan nih?? saya ketinggala cerita...:(
hitungan jari itu ada 2 ya te? Momiji dan Sirius? ;) dan aku belum pernah mengenalnya lebih dekat, kenalin dunk :D

rona-nauli mengatakan...

@Wuri: pengen ikut momiji gari, Wur. kapan ya bisa...tiket ke jepang mahal euy hehehe.

itu ditulis begitu soalnya keyboard di sini ga ada huruf o yg pake topi itu :p

@Kriww: welcome back, sista...lama beeng ga nongol :D. maaf lahir batin juga yak ... muah muah

rona-nauli mengatakan...

@Ulil: momiji only :). sirius? belum bisa dihitung :)). capede :p

maya mengatakan...

manis sekali cerita ini rona. lalu dmn gerangan kini ia berada?

tp kurasa suatu kenangan manis spt ini akan tetap manis kalau jd kenangan. eh, atau jangan2 bukan?

rona-nauli mengatakan...

ia berada di samping istri dan dua anaknya. bahagia. jadi ya, ini hanya kenangan saja :D

Half Purple and Blue Butterfly