Pages

Juli 28, 2010

Masih (Dan Akankah Selalu?)...

Masih. Aku masih mencari kehadiranmu disekitarku. Kebiasaan yang entah sampai kapan akan berakhir.

Pagi, selalu jadi moment yang kunanti: menikmati saat id-mu sekejap berkedip. Kau, menjelma nyata di dunia maya. Di layar monitorku.

Siang, dalam jeda waktu tertentu tak sadar selalu mengarahkan mouse ke id-mu. Bertanya-tanya mengapa waktu iddle-mu begitu lama. Apa yang kau lakukan di sana? Sibuk dengan segala analisa, pergi makan dengan teman, atau sedang mencuri waktu sekedar melepas penatmu?

Malam, dalam gelisah rindu dendam, menatap lesu monitorku. Ingin sekali menyapamu, sekedar berbincang ringan tentang apalah. Tapi aku, tak berdaya. Tidur malamku tak pernah jenak karenanya.

Dan akankah selalu...aku, seperti itu?
Aku tak mau selalu begitu...tolong aku

Juni 25, 2010

MY 'EGG BENEDICT'

Maggie : I love Eggs Benedict, I hate every other kind (Runaway Bride, the movie)

Untuk yang pernah nonton film ini, pasti tahu bagaimana perjuangan Maggie sampai akhirnya menemukan jenis telur favoritnya. Maggie yang selalu merasa jatuh cinta kepada siapapun yang jatuh cinta pada dirinya. Maggie yang selalu menyukai jenis telur favorit pasangannya. Maggie yang selalu melarikan diri ketika tiba pada saatnya harus menikah di depan altar. Maggie, the runaway bride.

Perjuangan menemukan telur favorit = Perjuangan mengatasi krisis diri = Perjuangan mengenali diri sendiri: keinginan dan kebutuhan.

Aku teringat kisah Maggie di film ini ketika seorang kawan lewat chatting malam yang tak terduga menanyakan apakah aku butuh bantuan untuk menemukan 'seseorang' yang cocok denganku. Seorang kawan yang ada di list messenger, yang jarang chatting dan hanya say hello sekedarnya ketika bertemu muka. Percakapan itu bukan percakapan panjang. Hanya saja gemanya begitu terasa sampai sekarang. Kawan, aku tak tahu apakah aku butuh bantuanmu atau tidak. Bahkan lebih tepatnya aku tidak tahu gambaran seseorang yang cocok denganku. Aku tidak tahu yang kumau. Aku tidak tahu apakah aku lebih menyukai egg benedict, egg scrambled, telur rebus, telur dadar, telur balado atau telur telur yang lainnya.

Ini semata-mata bukan tentang telur. Aku tahu, telur favoritku adalah telur dadar dengan banyak daun bawang didalamnya yang baru matang dari penggorengan. Ini tentang aku yang ternyata tidak tahu dan tidak yakin soul mate seperti apa yang kucari, yang kumau. Kualitas apa, sifat apa, seperti apa, aku tak punya gambaran sama sekali.

Thanks to Mr.X. Pertanyaanmu sungguh menggugah pikirku. Ini peerku. Bagaimana kau bisa membantuku kalau aku tak tahu apa yang kumau. Belum terlambat menurutku walau sedikit kusesali kenapa tidak dari dulu aku banyak bicara denganmu.

Juni 20, 2010

POOR YOU

End of weekend in the middle of June. No more pain, no more missing, no more mellow session! And to get those, these were all i need to do from last Friday till this night:
  1. Lupakanlah jumat sebagai hari krida! Lupakan pertandingan tenis meja antar unit di kantor yang sesungguhnya sangat menarik untuk diikuti. Bereskan kerjaan sampai sore!
  2. Celebrating nothing! Itu berarti undangan terbuka dinner jumat malam di sebuah restoran pizza bersama para gadis, ibu-ibu muda dan bujang-bujang hehehe.
  3. Tolak perintah boss masuk kantor akhir minggu untuk menyiapkan bahan presentasi bos besar kamis mendatang. Termasuk tolak kemungkinan mengerjakannya di rumah weekend ini. Maaf ya boss, tugas saya hanya menyiapkan detail bahan bukan slide presentasi. Lagipula, minggu ini saya lagi ogah bawa kerjaan ke kost-an!
  4. Lupakan keinginan ke kantor akhir minggu ini untuk nonton pertandingan tenis meja sekalian ketemu teman-teman lama dari unit lain. Ini termasuk juga menghindari todongan kerjaan tambahan bikin slide presentasi hehehe.
  5. Bersenang-senanglah: tidur semaumu, nonton, makan enak, hang out dengan saudara dan sahabat. Termasuk breakfast rame-rame minggu pagi di balkon kost-an: bangun siangan, muka bantal semua, belum mandi, sarapan lontong sayur puedes, ngerumpi ga jelas. Maaf ya bapak-bapak, tempat kongkow kalian kami bajak pagi tadi hehehe.
  6. Tenggelamkan diri ke buku-buku bagus. Ohhh, Neil Gaiman emang Te-O-Pe!
  7. Hitung ulang keuangan, mulai cari tujuan liburan murah meriah minggu depan bareng mama, Mimi n mungkin Ucik?
  8. Menyemangati teman yang nekad backpackeran ke Singapura. Mereka terpaksa ambil cuti dalam rangka ikut semacam konferensi karena ijin perjalanan dinas dari kantor pusat belum turun juga. Chayoo!
Hahaha...I love myself!

Malam ini, di dalam taksi, dalam perjalanan pulang dari komplek Megaria, aku iseng membuka Messenger dan membaca statusmu hari ini. Emm...itu status kedua minggu ini setelah hampir seminggu kau betah bertahan dengan status segala kebekuan hatimu itu, bukan? Status barumu tentang kebodohan (entah siapa) dan sesuatu berhubungan dengan kesombongan dan keangkuhan? Well, tiba-tiba aku merasa begini:
"Eh...kamu tahu tidak? Entah mengapa aku punya feeling dia ndak akan bisa balik ke mantannya."
"Heeh, aku juga punya perasaan begitu. Cuma selama ini aku ndak berani ngomong ke kamu. Yang jadi masalah itu dia sendiri, bukan kamu atau mantannya itu."
No. It's not about jealousy, you know. I deserved more than you did to me. And so did she, i think. I hope she is smart enough to see that. You were right, the problem is you. Not us. Poor you, not us.

Juni 15, 2010

AKU BUKAN PILIHAN

Aku harus bersyukur. Penjelasan yang kuinginkan atas segala perubahan sikapmu kudapatkan juga pada akhirnya. Tak kupungkiri hatiku gerimis karenanya. Kenyataan semula yang kuterima bahwa selama ini kau hanya menganggapku sahabat, mungkin lebih baik daripada menelan kenyataan bahwa aku pernah menjadi satu pilihan.

Aku ingin mengingkari bahwa tak ada yang istimewa dari kedekatan kita. Tapi sebodoh-bodohnya diriku, akuilah bahwa ada suatu saat aku pernah lebih dari sekedar sahabat. Kau pernah menempatkanku sebagai pilihan.

Tak ada yang salah dengan memilih. Kau boleh menentukan siapa saja menjadi pilihan pilihanmu. Tapi jangan kau dekati semuanya bersamaan. Kau tak akan pernah tahu, siapa yang akhirnya akan jatuh cinta padamu. Sebelum akhirnya beberapa menerima kenyataan tak terbalas dan kau memilih orang lain. Kataku: jangan beri semua harapan.

Aku memaafkanmu. Tak kubenci dirimu, seperti tak kupupuk dendam padamu. Kuhapus jejakmu di jalan yang ragu-ragu itu...

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(SDD-Hujan Bulan Juni)
Half Purple and Blue Butterfly