Pages

Juli 07, 2012

Yang Hampir Terlupakan

Ckckckck...hampir tiga bulan gak ada postingan. Eh, itu lama nggak sih? Nggak tahu juga, tapi saya sempat lupa password login, lho. Coba ya kalau blog ini semisal rumah, pasti bersih-bersihnya bisa bikin pinggang patah *hehehe*. Lumayan sering makcik Enno mengingatkan untuk mem-posting sesuatu supaya blog saya ini ndak bulukan. Trus si Naninuneno yang bolak-balik bilang saya ndak asyik karena ga posting-posting *nyengir lebar*.

Sebenernya pengen cerita banyak tapi apa daya mood menulis menguap entah kemana. Kalo saya bilang galau terus-terusan karena urusan kantor yang runyam, pastinya alasan klise ya. Tapi apa daya begitulah adanya. Pagi ini mood menulis kembali lagi, tapi saya menahan diri menuliskan detail yang bikin mood saya menguap karena status seorang teman di FB: "ketika seseorang mengeluh, maka berkah yg turun kepadanya terhalangi dari pandangan mata dan hatinya". Saya takut, curhat saya dihitung keluhan *senyum sok manis*. Apapun yang telah dilewati selama ini..saya merasa sangat bersyukur pernah menghadapinya, dibuka pemahaman untuk menarik hikmah, dan diberi kesempatan memperbaiki diri. Saya merasa lebih berenergi, lebih fokus, dan lebih siap menjalani apapun yang menanti di depan. Insya Allah.

Eh, tapi biarpun galau, saya masih suka blogwalking *nyengir*. Saya asli iri sama acara jalan-jalannya Enno dan Wuri setelah melihat foto-foto mereka di pantai Siung. Mereka jalan-jalan, saya sibuk wira-wiri dinas. Pengen ikutan, tapi ndak mungkin cuti. Trus ngeces liat foto-foto ceria Glo dan teman-temannya di Karimunjawa. Ahhhhh, saya kan pengen ke situ juga. Sudah dua tahun sejak terakhir ngelayap ke Sabang, saya belum pernah liburan *baca: bekpekingan* beneran. Kangennnn. Tunggu dulu, saya mungkin belum bisa bekpekingan lagi...tapi iburan keluarga setelah lebaran yang sedang saya rancang semoga bisa menunaikan kerinduan jalan-jalan. Tentu saja tanpa gaya bekpekingan mengingat usia Mama yang tidak memungkinkan *hehehe*. 

Eits, dah hampir jam 12! Harus siap-siap ke hajatan sunat anak tetangga nih. Lanjut pulang ke Cibinong, setor muka, sebelum didakwa anak durhaka karena jarang pulang *hehehe*. Well, happy weekend untuk semuaaaa...welcoming me back, ya....eh, emang ada yang perduli? *nyengir luebarrr, sok pede*

Jalan-jalan di unit Jum'at lalu...bahagia, meskipun mendung menggantung. Terkadang lupa bahagia itu sederhana saja.

cerah ceria padahal sedang sejenak melarikan diri dari assesor maturity level....hahahaha

dalam kasus saya, bahagia itu kadangkala sesederhana ini....pose garing ga asyik!....huahahaha

"eh, emangnya aku ini perfeksionis ya? standar ketinggian? suka menuntut, gitu?"
"heeh.."
"masa sih? kok nggak ngerasa? perasaan malah sangat toleran..."
"kan yang ngerasain orang lain..."
"...."
to you: thank you for being honest to me, all the time... for being someone i can talk to, someone i can count on... you are beautiful, don't you know?

April 09, 2012

Seksi Mandraguna

Berpuluh, ratus, ribu, juta *iya, yang ini lebay hehehe* kata 'maaf' harus saya sampaikan ke Annesya, teman  sekaligus saudara kembar saya *nah lho*, pemilik blog keren ini. Baru sekarang saya bisa memajang award mempesonah darinya. Sebenernya sempat mengintip postingan award ini pada hari H, tapi apa daya urusan 'tutup buku' dan laporan rutin bulanan di kantor menunggu. Eee, iya, urusan buka tutup buku yang semudah membalik telapak tangan bisa jadi ruwet kalo 'buku'-nya terkait data accounting *hehehe*.

"Terima kasih ya, Annesya...awardnya memang mempesonah walaupun asli bingung: aku seksi  mandraguna dibagian mana, apa dan bagaimana ya? Soalnya lebih sering dibilang macho daripada seksi hehehe. Mungkin kita bisa klarifikasi sambil nongkrong di mana gitu, Nes? Pas aku main or dinas di Surabaya? Kangen sate kelapa, tahu petis, tahu gembus, nasi jagung-urap sayur-ikan asin-sambel terasi di pasar Karangmenjangan *apa hubungane ama seksi ya...hehehe*. Btw, Happy 1st Anniversary buat blog-mu ya...tetep gaul, smart, kocak, dan keren."




Maret 23, 2012

Tujuh Tahun

Menulis di blog; awalnya tak pernah menduga kegiatan iseng mengisi waktu luang di antara tumpukan pekerjaan ini akan bertahan bertahun-tahun lamanya. Walaupun menulisnya juga byar pet macam PLN, mengutip kata Enno di awal perkenalan kami. Bagaimanapun, thanks to mama Aya yang dulu mengenalkan saya yang kurang gaul dan gaptek dengan kegiatan satu ini.

Yang saya pahami dulu, punya blog itu seperti punya diary yang online. Walaupun online, tapi waktu itu tak pernah terpikirkan untuk bersosialisasi dengan dunia luar. Menulis di blog buat saya adalah ajang curhat antara teman sekantor saja: saya, mama Aya, Dian dan beberapa teman yang sekarang tak aktif lagi menulis  karena kesibukan peran masing-masing (Raty, Ance, Uwie, Badrus, Cungul). Satu-satunya teman di luar kantor yang saya kenal cuma Imponk: lay out-er Radar Solo yang bercita-cita menjadi penulis. Itupun karena dikenalkan Dian. Saya suka membaca tulisan-tulisannya. Sayang sekali, blog lamanya itu sudah ditutup dan yang bersangkutan mengakunya tidak menulis di blog lagi. 

Siang ini, di hari pertama long weekend, saya menyibukkan diri membaca-baca posting lama. Nyengir lebar baca postingan pertama saya yang menyedihkan itu. Dan akhirnya menyadari ternyata saya ini boleh dibilang makhluk galau dari dulu sekali *hehehe*. Tak lupa mampir di blog mama Aya. Ngobrak-ngabrik juga postingan lamanya. Senyum-senyum dan geli sendiri mengingat masa-masa itu. Mengingat dan menebak situasi yang mendasari tulisan-tulisan atau lebih tepatnya curhatan kami. Saya rindu masa-masa itu. Atau mungkin lebih tepatnya, saya rindu satu kantor lagi dengannya. Saya harus mengakui bahwa saya ini dari dulu sekali telah menjadi fans-nya. Buat saya, mama Aya itu oke, keren dan cerdas sekali *kedip-kedip*.

Awal saya memberanikan diri bersentuhan dengan dunia blog di luar orang kantor juga terkait dengan mama Aya. Pertengahan tahun 2007, setelah saya pindah dari kantor unit di Gresik ke Bekasi, dia yang mengenalkan saya pada blog beken ini. Saya jadi silent readernya selama bertahun-tahun. Sampai sekitar akhir tahun 2010, saya memberanikan diri meninggalkan komen di blog-nya. Lama sekali ya? Iya, saya memang tidak pede karena tulisannya bagus dan temannya banyak. Sama-sama kehilangan orang terkasih yang membuat saya nekad meninggalkan komen di sana. Karena saya tidak tahu bagaimana meninggalkan komen sebagai anonymous, dengan sangat gemetar ketakutan *ini lebay*, saya terpaksa mencantumkan alamat blog saya yang  saat itu jarang diupdate *hehehe*.

Nah, dari perkenalan dengan blogger beken itu-lah saya memberanikan diri berteman dengan blogger di luar lingkungan kantor. Saya senang sekali bisa berkenalan dan bersentuhan dengan banyak blogger oke dan keren seperti Lita, Glo, Annesya, Kriww dan lain-lain. Seandainya saat itu si blogger beken tidak merespon komen saya, mungkin saya masih berkutat di tempurung. Mungkin tampilan blog saya akan tetap standar dan sejadul dulu, mungkin saya juga tidak mulai menulis lagi, mungkin. Jalannya takdir itu kalau dirasa seringkali ajaib ya. Saya yang dulu hanya silent reader, akhirnya bisa bertemu muka dan curhat-curhatan lewat messenger atau telephone, menjadi teman baik. Entah apa penilaiannya tentang saya, tapi....Terima kasih ya, No...untuk kesabaran ngadepin saya yang gaptek dan kurang gaul ini *nyengir luebarrr*.

Menulis di blog, mengajari saya banyak hal: belajar mengekspresikan apa yang ada di pikiran, belajar untuk selalu jujur dan tulus dalam menulis *karena kecenderungan lebay saya hehehe*, belajar mengenali diri sendiri *saya wanita, dan seringkali tak paham apa mau saya sendiri hehehe*, belajar memahami orang lain, menghargai dan menerima perbedaan *karena kecenderungan saya menganggap semua orang sepikiran dengan saya*, belajar berani menjadi 'hidup dan ada' *karena menyadari disamping segala cengengesan saya, ada bakat penakut dan introvert akut*.

Hari ini, tepat tujuh tahun yang lalu, saya memulai posting pertama di blog ini. Dan saya bersyukur pernah memulainya *senyum manis*.

  
my latest birthday cake.
"ingin sekali berbagi kue ultah seperti di atas, kado dan kebersamaan dengan 
dek Zumi, Jilan dan kamu, hari ini. tapi jarak memisahkan. 
sungguh berharap semoga kebaikan untuk kalian dalam doaku hari ini diijabah-Nya. amien."
 

Maret 13, 2012

Hujan Pagi ini dan Giulietta

Cinta?

Seperti gema dari masa lalu, yang sayup kudengar sambil lalu. 
Lirih, di tengah riuh suara-suara.

Seperti gelombang luar terakhir  yang samar kutangkap,
dari setetes air yang jatuh di permukaan danau tenang. 
Mengalun, menghilang.

Seperti dingin yang tiba-tiba menusuk:

memaksaku merapatkan jaket, membenamkan tangan di saku terdalam.
Pada suatu halte sunyi di hari hujan. 
Kelu.

Seperti seraut wajah yang bersimpangan jalan:

membuatku tertegun, berhenti sejenak, menoleh tak yakin. 
Siapa? Terasa akrab.
 

Cinta?
Seperti itu...


picture from here


Saya tak pandai membuat puisi. Saya merasa begitu. Tapi selepas Subuh tadi, tiba-tiba saja ingin menulis kata-kata di atas. Mungkin karena pengaruh udara dingin dan hujan deras di luar kamar. Mungkin benar kata orang, dalam hujan ada simphony yang hanya dapat didengar oleh mereka yang merindu. Saya galau? Ndak juga. Ngantuk lebih tepatnya. Semalam, sudah siap tidur dari jam setengah sembilan. Tapi akhirnya malah terjaga sampai dini hari, lepas pukul 1. Seperti disihir Juliet, buku Anne Fortier, yang baru saya beli hari Minggu lalu. Saya tenggelam dalam versi lain kisah Romeo dan Juliet, di Sienna, tahun 1340. Saya menikmati perjalanan Giuliette, tokoh dalam buku itu, menemukan hubungan dirinya dengan Juliet karya Shakespeare. Mungkin karena itu juga saya jadi sok romantis pagi ini. Tak apalah, ya. Sekali-sekali. *hehehe*.

Akhir-akhir ini saya jarang posting, ya. Bukan karena tak ada ide atau tak sempat. Saya masih blogwalking sana-sini, walau bertingkah seperti hantu: datang diam-diam, pergi diam-diam. Maafkan. Banyak hal terjadi, berubah, di hidup saya dan sekitar saya. Saya hanya sedang kelelahan, merasa kehabisan tenaga. Tapi selebihnya, Insya Allah, baik-baik saja * senyum sok penting, sok manis*.

Btw, karena membaca buku Anne, saya jadi pengen membaca buku Romeo n Juliet-nya Shakespeare. Yang bagian dialog-dialog Romeo dan Juliet. Saya pengen larut dan mabok karenanya. Siapa tahu saya jadi bisa bikin puisi lagi *hehehe*. Semangat ah!
Half Purple and Blue Butterfly