Pages

November 07, 2011

Message in a Blog


Depok, 28 September 2009

Siapa namanya? Pemuda tampan dalam kereta? Setiap hari, jam yang sama, kereta yang sama. Gerbong yang sama dan tempat duduk yang itu-itu saja.

Kereta AC ekonomi balik dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Depok untuk kembali lagi ke Tanah Abang. Jam 06.45 WIB tiba di stasiun Pondok Cina. Gerbong dua, tempat duduk pinggir kiri dekat pintu kereta. 

Wahai pemuda tampan yang tampak bersahaja, dimana rumahmu? Pastinya bukan rumah, apartemen mungkin? Atau kos-lah yang paling memungkinkan. Aku selalu menantikan kedatanganmu, kemunculanmu. Kadang itu membuat hariku menjadi sedikit indah untuk dilalui delapan jam ke depan. 

Kau memakai jaket cokelat, kadang abu-abu atau hitam saja. Dengan kemeja putih dan celana jeansmu yang lusuh. Bagiku kau tampak luar biasa. Seperti baru saja keluar dari catwalk pertunjukan model di kota mode Milan atau Paris. Berkacamata dan membawa koran kompas atau republika. Hahahahaha...kau pasti tak menyadarinya....kau selalu berkerut jika melihat ibu-ibu di sebelahmu bergosip. Sepertinya kau kenal. Tapi tidak juga. Mungkin seperti aku, mereka pengagummu? Hari ini mereka mengeluh tentang mahalnya gula, kemarin tentang Mulan Jameela..entah besok siapa yang menjadi korbannya. Aku hanya tertawa jika kau  mengernyit dan menggelengkan kepala melihat kumpulan ibu-ibu itu. Aku membayangkan juga, mungkin aku akan menjadi seperti mereka beberapa tahun mendatang....lucu juga.

Kau membawa handphone keluaran lama. Kotak, serius persis kaya kamu, Si Tuan Muda, begitu aku selalu menyebutmu. Membuat aku penasaran apa yang kau bicarakan atau apa yang kau cari di kotak Nokia seri lama itu. Serius sekali, kadang kau juga terseyum walau sering juga menghela napas  panjang. Semua aku suka....original, tidak dibuat-buat. 

Kadang aku melirikmu. Mencari-cari sesuatu di jarimu. Apa ada yang melingkar, mengikatmu? Kuperhatikan, tidak ada. Mungkin memang tidak ada? Atau kau sedang mencari yang kedua? Entahlah, aku hanya sibuk mereka-reka dalam anganku. 

Dua hari aku tak melihatmu. Aku rindu. Bisa kutahan rinduku dengan harapan akan berjumpa kembali denganmu esok hari. 

Kereta api itu terlalu cepat datang. Aku harus menunggu 45 menit untuk melihatmu. Pegal juga duduk di bawah atap stasiun Pondok Cina. Semangat dalam dadaku masih membara, berharap berjumpa denganmu hari ini. Wahai Tuan Muda.

Masuklah aku di gerbong tiga. Menghela napas panjang, agak kecewa karena tidak akan dapat melihatmu lagi hari ini. Tapi ternyata, kau digerbang ini juga. Disanalah dirimu Tuan Muda, duduk dalam tidurmu, nyenyak sekali. Aku seakan melihat pemandangan indah dalam lukisan karya entah siapa. Sepertinya kau tahu aku rindu dan ingin melihat dirimu lebih lama dari biasanya.

Sekelebat aku melihat ada gadis berjilbab di sebelah kirimu. Memandangmu manja dan penuh perhatian. Jantungku berdetak lebih keras dari biasanya. Bergemuruh dadaku dengan sendirinya. Apa aku tidak salah? Salah juga, apa daya. Aku hanya bisa mengira-ira. Pemuja rahasia ataukah lebih dari pemuja? Aku tidak mau tahu Tuan Muda. Aku hanya ingin memandangmu saja sehingga hariku menjadi sedikit lebih indah delapan jam ke depan. Biarlah kau milik siapa. Aku tak perduli. Aku hanya menikmati khayalku denganmu Tuan Muda.

Dari pengagummu yang selalu naik kereta yang sama.

---

Tulisan Mimi, tersimpan rapi dalam salah satu folder di lapie-nya. Diposting ke blog ini  tanpa mengedit apapun. Diposting dengan judul lebay yang terinspirasi film lama: Message in a Bottle, dibintangi Kevin Costner, diangkat dari buku Nicholas Spark dengan judul yang sama. Saya cuma kepikiran seandainya saja bisa bertemu sang 'Chaterine' dalam tulisan Mimi; Tuan Muda itu. Pengen tau orangnya seperti apa karena Mimi tak pernah sekali pun cerita. Rasanya mustahil, ya. Mimi saja tidak tahu namanya, yang bersangkutan juga tak merasa punya secret admirer. Hahaha...saya ini kenapa, toh? *garuk-garuk kepala*

Mungkin, mungkin saja...saya sedang ingin meyakinkan diri sendiri bahwa 'keajaiban' itu bisa terjadi, bahkan untuk sesuatu yang dalam hitungan saya: tidak mungkin terjadi.

12 komentar:

Enno mengatakan...

tadinya kirain si aku itu kamu, bu... gaya penulisannya sama. tapi sempet mikir juga, bkn krn kamu ga mgkn naksir co di KA (mgkn bgt wong kamu pecicilan gitu wkwkwk)... tapi krn dlm tulisan itu ada power yg beda.

ternyata ini Mimi yg nulis. pantes...hehe..

dulu aku juga pernah jd secret admirer dan co itu julukannya 'prince of dream'
ih enggak banget kan? wkwkwk.. maklum, itu pas jaman2 mahasiswa labil :))

kebayang klo mimi msh ada.. kayaknya bisa jd temen blogger yg seru ya...

:)

ROe Salampessy mengatakan...

awalnya aku pikir ini mbak rona. ternyata temannya toh..! hehe,.,

hidup itu misterius memang. :)

Maya Rahardjo mengatakan...

Roonaaa.... subhanallah...semoga mimi nanti.. kita nanti dalam kehidupan abadi berjodoh dgn "kekasih dan pencinta" ALLAH SWT.. Amiin Yaa Robb

May mengatakan...

gaya menulisnya hampir sama ya Neng..
*can't hardly wait to see you cintah :*

rona-nauli mengatakan...

@enno: hayooo, ga boleh berandai-andai. eh, tapi iya sih...mimi lebih heboh n lebih asyik dari aku :D...aku lho, masih jadi secret admirer sampe sekarang :)) *ngusap keringet di dahi*

@Roe: bukan bang, itu almarhum adik saya :D

@ayaM: amiin...di dunia juga dong ya ya ya :D

@May: rasanya sih agak beda :D. tapi iya, mirip2....tunggu aku sabtu besok ya :*

artika maya mengatakan...

yahh,,, kirain itu cowok gebetan km ron, tyt kagak ya.

km lg nulis naskah novel gk? klo iya, boleh di share ke aku loh ;)

rona-nauli mengatakan...

gebetan adik-ku, May :D

aku ga kuat bikin novel. lah bikin cerpen aja belum pernah :D

Lita mengatakan...

Wkwkwkwkwkwk... Madam ROna menipuku... mataku sudah membeliak membaca, ternyata ujung2nya... 'Mimi'.

Untuk Mimi, gimana kelanjutannya. Apa berhasil tahu 'si pemuda' lebih jauh?

rona-nauli mengatakan...

ehehehe...nggak, Lit. dia belum pernah cerita, kayanya ndak deh *sotoy*

Enno mengatakan...

saya sedang ingin meyakinkan diri sendiri bahwa 'keajaiban' itu bisa terjadi, bahkan untuk sesuatu yang dalam hitungan saya: tidak mungkin terjadi.

==================

quote of the week neeh!

#kabursambilnyamberbatikpink

rona-nauli mengatakan...

eh? eh? eh? balikin batiknyooooo...dah ada yg pesen, tau :))

artika maya mengatakan...

pdhl panen telo kan enak ron, hahaha... tp ya telo dlm arti yg sebenarnya.

keep spirit deh ;)

Half Purple and Blue Butterfly