Pages

Oktober 05, 2011

Cincin Tak Sampai

"kangen Mimi"
"gpp. sambil terus didoakan"
"boleh nangis?"
"boleh. tergantung alasan atau niatnya. asal bukan untuk menyesali atau meratapi takdir..."
...
"matanya mbendul, idungnya mampet. nafasnya pake mulut. kaya ikan ungup2"
...

Kemarin; Selasa malam; aku demam, Ndol. Entah apa sebabnya. Sedari pagi badanku lemas, tulang terasa linu semua. Ijin telat datang ke kantor. Baru malamnya, selepas maghrib...aku tahu penyebabnya. Aku kangen kamu, Ndol. Baru sadar, kalau sedang rindu tak terobati begitulah jadinya: aku demam. Sempat menelepon Mama, dan keadaannya pun entah mengapa sedang sama denganku: merindukanmu.

Tadi siang, sambil tetap memaksakan diri berangkat ke kantor ... aku ingat hari yang sama , Rabu, setahun yang lalu. Telponku siang bolong hari itu, dari salah satu toko perak di Celuk, kau terima dengan cerah ceria. Lebih ceria dari biasanya. Aku menawarimu cincin perak bakar kesukaanmu. Kau malah minta satu set lengkap: cincin, gelang, anting dan kalung. Aku yang mendelik melihat harganya, tentu saja ngomel panjang pendek. Kau tanggapi sambil tertawa. Belakangan, dari  operan telponku ke Ucik ...aku tahu kau bilang cincin saja tak apa, kasihan aku kalau keluar uang banyak. Ucik bilang, kau tak mau merepotiku.

Ah, Ndol...kalau saja aku tahu jalannya takdir, pastilah kuberi semua yang kau mau. Uang, sebanyak apapun, tak bisa membeli waktu kembali ke masa lalu. Telpon itu, lima hari sebelum kepergianmu. Oleh-oleh dari Celuk tak pernah sampai di tanganmu. Aku tak pernah sempat bercerita tentang gelang yang kubeli bersamaan cincin-mu. Dua benda yang bagiku begitu mencerminkan kita: perak bakar, hitam, logam. Cincinmu itu berlingkar lebar, berukir daun. Kau sempat bertanya, baguskah? Kubilang: Kamu banget. Gelangku itu bintang laut bertautan. Kau pasti berpikir sangat cocok dengan gambaranmu tentangku yang mirip Patrick kan? Ah, tapi aku tahu kaupun tahu...Aku suka hiasan yang berbentuk bintang: di langit atau di laut.

Malam ini kupakai keduanya, Ndol. Setelah setahun kusimpan rapat dalam wadahnya.  Sejenak saja, karena pada akhirnya pasti tak kupakai juga. Aku tak kuasa. Selalu ada perih yang menyesak di dada. Kepergianmu tak kusesali , Ndol. Takdir-Nya tak bisa kuganggu gugat. Aku hanya menyesal tak bisa jadi kakak yang jauhhh lebih baik untukmu. Maafkan aku ya, Ndol. Maafkan aku. Aku sayang kamu, aku bangga sekali padamu...sampai sekarang masih begitu. Persis sama dengan yang kubisikkan ditelingamu dini hari itu.

Aku masih selalu berdoa, Allah SWT mengumpulkan kita sekeluarga dalam surga-Nya. Amiin.


"maaf merepotkan selalu...
sms-sms-ku ketika tak tahu harus berbagi pada siapa lagi...
yang teringat hanya sederetan nomor handphone-mu"

19 komentar:

May mengatakan...

kangen itu ndak bisa dihindari ya kan Neng, bisanya dinikmati, sambil mendoakan yang terbaik buat Mimi..*peluk*

Nurhikmah Nani mengatakan...

cuman doa yang bisa mengobati rasa kangennya kita mba...semoga allah selalu memberikan yang terbaik buat mba mimi..amiiinnn

*sini aku peluuukkkkk*

Enno mengatakan...

aku jd nangis... :'(

*peyukpeyuk*

rona-nauli mengatakan...

@May n Nani: terima kasih ya. sini peluk balik....ceumungudh eaaaaa :D

rona-nauli mengatakan...

@enno: hadehhhhh...sana makan. lho? :))

uchank mengatakan...

Iya semangat :)

kata-kata yang terakhirnya itu loh.kayaknya nyinggung gue juga :D
kangen sama seseorang emang...gimana... gitu ~ #it's hard to explain

rona-nauli mengatakan...

ga usah dijelasin, diresapi aja ya....#nyari spongebob buat nyerep2 rindu#ngaco pol :))

Accilong mengatakan...

kagen manusiawi atuh.. :D

maya mengatakan...

sebanyak apapun yg kita berikan utk seseorg yg sdh 'pergi' akan sll terasa tidak cukup.
tp kurasa, dia jg sedih melihat km yg sedih dan merasa mjd kakak yg kurang baik utknya rona. krn kupikir dia sndr merasa sdh ckp bahagia py kakak spt km :)

rona-nauli mengatakan...

@accilong: iyaaa...*ngecek level manusiawiku: luber ternyata :))*

@maya: iya ya, May. ga ada yg bilang gini ke aku....hiks hiks...peluk maya ah...tengkyuhhh :-*

lely_gesta mengatakan...

*peluk tante ona erat2*

rona-nauli mengatakan...

balik peluk ulyl erat2 :D

Annesya mengatakan...

*ikutan peyuk*
huhhuhuhuh... :"(

Gloria Putri mengatakan...

peluk kak rona erat2 juga

rona-nauli mengatakan...

@Annesya n Glo: meluknya jangan kenceng2 ya. sesek nafas, nih :D. terima kasih ya...muah muah...

Asop mengatakan...

Waduuuuuh gejala penyakit kangen sampe segitunya yaaaaa? :shock:

rona-nauli mengatakan...

iya :(...kata ortuku dah terdekteksi dari balita. kalo kangen ga kesampean, pasti demam :)

Sassy Enno mengatakan...

gak perlu repot2 kangen sama aku ya rona.... biasa ajalah ya, karena aku memang ngangenin.

jd ga usah ngrasa gimanaaa gitu...

*abis nangis terbitlah narsis*

:P

rona-nauli mengatakan...

gimanaaa gimanaaa gimanaaaaa ...*ayu ting2 version :p*

aku pilih kangen pak getek aja...eh, bentar...*mules, nongkrong lagi :))*

Half Purple and Blue Butterfly