Pages

Juni 09, 2011

Itu Sama Dengan Menyuruh Avril Lavigne ke Laut Saja!

Menulis itu mudah. Itu kata beberapa orang yang setahuku hobby dan passion-nya memang menulis. Mereka yang sebagian besar dikarunia bakat dan minat lebih di bidang ini. Untukku, menulis itu sulit. Bukan sangat sulit sih; tapi membutuhkan waktu, kemauan dan energi lebih.

Proses mencari ide, menuliskannya, mereview ulang dan lain-lain sampai dengan sebuah tulisan dianggap 'jadi', tentunya membutuhkan waktu. Menjadi sulit untuk ketika waktu yang paling pas untuk proses itu seringkali mengorbankan waktu istirahat setelah seharian bekerja berkutat dengan angka. Akhirnya, seringkali proses menulis sebuah ide adalah pilihan setelah menimbang antara kebutuhan istirahat dan seberapa kuat kemauan untuk menuliskannya saat itu juga. Jika kelelahan fisik dan pikiran mengalahkan kemauan, mangkraklah ide itu untuk sementara. Atau malah hilang jika ternyata tak ada lain 'waktu'. Jika ternyata kemauan yang menang, maka harus mempersiapkan energi lebih setidaknya untuk tetap fokus sampai ide itu menjadi sebuah tulisan dan besoknya tetap semangat bekerja.

Karena itulah sebuah tulisan yang kuanggap 'jadi' adalah berharga. Di sana ada stempel diri, pengorbanan yang dibayar dan kepuasan beraktualisasi. Terserah orang lain menganggapnya bagus atau tidak. Jadi ketika dunia per-blog-an yang kuiikuti sekarang ini diriuhkan dengan kasus copycat, copypaste dan plagiarisme; aku turut nelangsa. Heran dan gemas karena hari gini masih ada orang yang tidak menghargai proses dan usaha orang lain; juga tidak malu mengaku-aku stempel diri orang lain sebagai miliknya? Padahal setiap orang kan unik, punya ciri sendiri-sendiri. Seperti sidik jari saja. Tak ada yang akan menjadi sama persis. Usaha menjadikannya sama persis hanya akan merugikan diri sendiri: menyalahi hukum alam! Teramat mahal dan tidak worth it.

Seperti fashion juga, kan? Setiap orang punya cara dan selera berfashionnya masing-masing. Dua orang dengan pakaian yang sama, tidak ada yang akan benar-benar menjadi sama. Selalu ada kecenderungan untuk tampil menarik dan berbeda dengan orang lain; misalnya dengan membubuhkan aksesoris tertentu yang menjadikannya tidak sama persis. Karena itulah, untuk beberapa orang, memiliki identitas dalam ber-fashion menjadi serius dan mahal.

Jadi, suatu ketika Avril Lavigne marah besar kepada para fans yang "mengikuti" gaya berpakaiannya, kukira itu sangat wajar. Selain karena kita unik dan berkecenderungan ingin menjadi berbeda, siapa yang bisa memahami berapa besar dan berat usaha membangun identitasnya sehingga menjadi setenar itu. Apalagi jika kemudian para fans Avril "mencontek" habis sampai sama persis dan berubah "menjadi" seperti dirinya....yah, kalau menurutku sih itu sama saja dengan mencuri baju Avril Lavigne di depan matanya, memaksanya telanjang, menyuruhnya ke laut dan menganggapnya tak ada. Itu kriminal!

Itu tidak keren, tidak gaul, memuakkan dan menyedihkan. Sungguh.

7 komentar:

Enno mengatakan...

makanya saya patah hati...
hiks...

rona-nauli mengatakan...

*hug hug hug*

sedih mendengarnya :(. apa yang bisa kulakukan? karena peduli, aku buat tulisan itu.

teriakanmu itu tak sia-sia, No. kurasa pasti meriak sampai jauh. mungkin bukan kasus pertama di dunia perblogeran, tapi ini jadi pembelajaran buat semua. setidaknya aku yg newbie dan ga gaul di perblogeran jadi tau apa yg boleh dan tidak boleh dilakukan. faham bahwa di dunia maya-pun, setiap orang wajib dimanusiakan.

tidak berarti membenarkan kasus ini terjadi padamu, tapi kamu terpilih menanggungnya karena pasti kamu yang kuat dan benar menghadapinya. cobaan tak akan diberi-Nya melebihi kekuatanmu, kan?

aku tak berharap kamu menjadi kuat, karena kamu memang kuat...:)

*hug hug hug*

gloriaputri mengatakan...

hei, aq nemu link ini dr blog nya mba enno, langsung deh tertarik baca yg ini, pengen tau apa samanya para "pecontek" dg kasusnya avril...keren2 kata2 terakhirnya.....kita serbu rame2 aja itu para pencontoh...
betewe, salam kenal yaaaa

rona-nauli mengatakan...

Taon 2004 kalo ga salah avril pernah konflik ama hillary duff ttg pernyataan hillary yg bilang avril ga suka fans niru gaya dia....Kita tak pernah tau benar salahnya kan? Bagaimana kejadian sesungguhnya? Karena kita juga ndak tahu isi hati dan kepala masing-masing orang. Apalagi mereka artis :D

Maksudku itu, suatu ketika Avril (benar) marah besar kepada para fans yang meniru, mencontek sampai berubah menjadi seperti dirinya, itu wajar menurutku. Kita pada dasarnya tidak mau disama-samain kan, Glo? Samalah dengan kasus yg menimpa teman-teman yang dicontek itu. Wajar, kalau mereka marah. Begitu maksudku:)

Senang bisa mengenalmu, Glo. Aku juga silent reader-mu kok :). Oh, ya....turut berduka cita untuk kepergian Papa. Sedih boleh, tapi tidak boleh larut didalamnya. Mereka yg pergi tetap hidup dalam hati kita kan? Keep smile, be strong, i know you can :)

gloriaputri mengatakan...

oh ya?
aq fans nya avril malah br tau klo dy pernah konflik gt, yg aq tau sih avril emang pernah sampe lapor polisi karena suka dikuntit sama fansnya.....
wahh...silent reader ternyata :D
makasi yaaaa...
following u back :)

rona-nauli mengatakan...

sama-sama, Glo. inget Glo, inget semarang. jadi kangen jalan-jalan lagi :)

gloriaputri mengatakan...

yuk mari ditunggu ke semarangnya yaaa

Half Purple and Blue Butterfly